Rutan Depok Juga Berlakukan Lockdown Selama Dua Pekan

Image
sumber: akurat.co
Tak hanya di Malaysia saja yang berlakukan lockdown, nyatanya Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok, Jawa Barat juga sedang berlakukan penutupan akses keluar-masuk orang atau lockdown. Hal tersebut akan diberlakukan selama dua pekan lamanya untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Kepala Rutan Kelas I Depok Dedy Cahyadi mengatakan, Rutan Depok menampung 1.800 tahanan titipan dan warga binaan atau narapidana. Dia khawatir penularan Covid-19 rentan terjadi bila akses di Rutan tidak ditutup sementara.

"Peniadaan kunjungan ini diberlakukan sampai dengan waktu yang tidak ditentukan, paling cepat 14 hari atau mungkin lebih, mengikuti situasi dan kondisi di masyarakat," ujarnya saat dihubungi, Kamis (19/3/2020).

Meski demikian, masyarakat yang hendak menjenguk keluarganya bisa dialihkan dengan layanan komunikasi virtual.

"Sentra Komunikasi Digital Rutan Kelas I Depok menyediakan fasilitas layanan Video Call gratis kepada Warga Binaan Pemasyarakatan," ungkapnya

Selain itu, kebijakan peniadaan kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan nyata Rutan Kelas I Depok dalam memerangi Covid-19.

"Penularan virus corona sangat mudah hanya dengan interaksi langsung sesama manusia, makanya menutup akses kunjungan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau Lockdown dianggap menjadi pilihan tepat," katanya.

Menurutnya, kebijakan lockdown sudah disosialisasi kepada warga binaan dan masyarakat. Sedangkan layanan Top Up E-PAS Card tetap dibuka.

"Layanan ini merupakan pengisian saldo uang elektronik yang dipergunakan sebagai alat pembayaran warga binaan Rutan Depok," katanya.

Dedy juga meminta kepada warga binaan agar tetap tenang dan tidak panik. "Pembinaan kerohanian tetap dilaksanakan dengan pembimbingan internal oleh petugas sementara pembinaan kerohanian luar diliburkan," tutupnya.


Sumber: Akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

Amien Rais Terima Permintaan Maaf Ratna Sarumpaet di PN Jaksel

Setnov Akan Ungkap Kasus Bank Century Dengan Detail

Ketum PBNU Akui Tidak Mengenal Para Ulama Ijtima di Bogor