Pemerintah China Akui Kekurangan dan Kelemahan Akan Penanganan Virus Corona


Virus Corona yang sedang menyebar secara cepat di China diakui oleh Komite Tetap Polibiro China untuk penanganan Virus Corona ini masih banyak kekurangan dan juga kelemahan. Dikatakan juga oleh Komite sistem manajemen darurat nasional harus ditingkatkan.

Pengakuan tersebut dikatakan oleh Komite Teteap Polibiro China setelah selesai menjalankan rapat bersama Presiden China Xi Jinping. Untuk sistem perintahan China Virus Corona ini adalah ujian yang paling besar dan pemerintah harus mengambil pelajaran dari kejadian yang sedang marak ini.

"Menanggapi kelemahan dan kekurangan yang tampak dalam menanggapi epidemi ini, kita harus meningkatkan sistem manajemen darurat nasional kita dan meningkatkan kemampuan kita dalam menangani tugas-tugas mendesak dan berbahaya," kata laporan itu, dilansir dari laman BBC, Selasa (4/1).

Salah satu bidang yang harus ditangani adalah perdagangan satwa liar ilegal, yang harus dilarang dengan tegas, sementara pengawasan pasar harus diperkuat. Diperkirakan pasar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei adalah sumber penyebaran virus. Pada hari Senin (3/2), sebuah studi oleh ahli virologi China mengatakan kelelawar kemungkinan merupakan sumber dari Virus Corona.

Komite mengatakan Wuhan tetap menjadi prioritas utama dan staf medis tambahan akan dikirim ke sana. Dikatakan, para pejabat harus memikul tanggung jawab penuh atas tugas mereka dalam pencegahan wabah dan mereka yang gagal harus menerima hukuman. Pemerintah China sebelumnya telah mencopot dua pejabat tingkat kota terkait kematian remaja disabilitas yang ditinggal keluarganya yang dikarantina.

Berdasarkan statistik, ada lebih dari 20.000 kasus dan 425 kematian telah dilaporkan di China per hari Senin (3/2). Pada hari Senin saja, telah terjadi 64 kematian baru di Provinsi Hubei. Sementara di luar negeri tercatat ada lebih dari 150 kasus Virus Corona yang terkonfirmasi dengan 1 kematian di Filipina.


Sumber: Akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

Amien Rais Terima Permintaan Maaf Ratna Sarumpaet di PN Jaksel

Setnov Akan Ungkap Kasus Bank Century Dengan Detail

Ketum PBNU Akui Tidak Mengenal Para Ulama Ijtima di Bogor