Kualitas Udara Jakarta Tempati Peringkat 1 Udara Terburuk di Dunia



Masih saja sama, persoalan tentang polusi udara di Kota Jakarta pada Kamis pagi masih berstatus tidak sehat seperti yang sudah tercatat pada situs AirVisual.com.

Memiliki kualitas udara yang tidak sehat menjadikan Kota Jakarta menjadi kota yang memiliki udara terburuk peringkat 1 di dunia dengan US Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara di angka 181 atau sama dengan parameter PM 2.5 dengan konsentrasi polutan 114.3 µg/m³.

Untuk kota terburuk kedua di bawah Jakarta adalah Kota Hanoi yang berada di Negara Vietnam dengan indeks kualitas udara 168 dengan status udara tidak sehat setara parameter PM 2.5 dengan konsentrasi polutan 88.2 µg/m³. Posisi ketiga diisi oleh Beijing di China dengan status tidak sehat setara AQI 153.

Johannesburg di Afrika Selatan dan Kabul di Afghanistan secara berturut- turut menempati posisi keempat dan kelima untuk udara terburuk di dunia dengan status tidak sehat bagi kelompok sensitif yang memiliki AQI sebesar 114 dan 103.

Masyarakat yang akan melakukan pekerjaan di luar ruangan disarankan AirVisual.com untuk menggunakan masker atau pun penutup wajah aga tidak langsung terkena kualitas udara buruk di kotanya.

Masyarakat pun diimbau untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor dan tidak membuka ventilasi udara secara langsung.

Dalam beberapa bulan terakhir kondisi udara Jakarta yang buruk menjadi sorotan karena berada di posisi lima teratas udara terburuk di dunia, oleh karena itu Gubernur DKI Jakarta pada Agustus lalu mengeluarkan Ingub 66/2019 tentang langkah pengendalian kualitas udara di wilayah DKI Jakarta.


Perluasan wilayah ganjil-genap dan pelebaran trotoar merupakan dua contoh langkah yang diambil Pemprov DKI untuk menangani masalah udara tersebut.


Sumber: akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

Amien Rais Terima Permintaan Maaf Ratna Sarumpaet di PN Jaksel

Setnov Akan Ungkap Kasus Bank Century Dengan Detail

Ketum PBNU Akui Tidak Mengenal Para Ulama Ijtima di Bogor