Mochammad Afifuddin Anggota dari Bawaslu Mendapatkan Teror
Sudah menjadi korban teror pelemparan batu oleh orang yang tidak diketahui identitasnya, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Mochammad Afifuddin. Terjadinya teror yang menimpa dirinya itu pada saat dirinya pergi ke Garut, Jawa Barat pada beberapa waktu yang lalu.
"dalam perjalanan saya ke Garut mobil saya dilempar batu besar," beber Afifuddin kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/3/2019).
Kendati demikian, Afifuddin tidak mengetahui apakah kejadian itu ada kaitannya dengan teror jelang Pemilu natau tidak.
"Cuma saya enggak tahu motivasinya itu murni kejahatan atau ada motivasi lain," tukasnya.
Tetapi lemparan batu itu tidak sampai mellukai dirinya, karena batu yang dilemparkan hanya terkena bagian badan mobil. Karena, saat kejadian Afif sedang mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.
"Kalau seandainya kena kaca pasti pecah. Tapi situasi waktu itu karena mobil jalan kencang yang penyok itu pintu sebelah kiri,"jelasnya.
Afifuddin hanya mengingatkan pada jajarannya agar harus terus waspada, kendati demikian Afif sendiri tidak ingin mengaitkan ancaman yang dialami dirinya itu dengan anggota Bawaslu yang lain.
Sampai saat ini pun Afif enggan menyimpulkan teror yang dialaminya itu ada kaitannya dengan jabatannya saat ini atau tidak.
Sebelumnya, Anggota Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan, tercatat sebanyak 66 Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di berbagai daerah mengalami ancaman hingga kekerasan fisik. Satu di antaranya seorang Panwaslu wanita yang berada di Maluku.
Afif juga mengungkapkan, Panwaslu wanita mengalami kekerasan fisik dan pukulan saat bertugas sudah ditemukan pelakunya.
"Hampir di semua provinsi, ada 66 orang Panwaslu alami kekerasan, dipukul, diancam, diintimidasi dan kemudian diancam untuk rumahnya di bakar ada di Papua Barat. Tapi yang kita sayangkan terjadi juga pada perempuan. Perempuan kok dipukul-pukul," paparnya.
Sumber: akurat.co

Comments
Post a Comment